Print

SEBELUM PURNA TUGAS, WALIKOTA RAPATKAN BARISAN BAHAS INFLASI KOTA 2019

inflasi2018des. probolinggojpg

Probolinggo, 27/12/2018. Pemkot Probolinggo selalu maksimal dalam menekan laju Inflasi di wilayahnya. Buktinya, Kota Probolinggo berhasil menekan laju inflasi se-Jawa Timur hingga mencapai angka yang cukup bagus yakni 0.35 Persen, di bulan November.

Hal ini terungkap saat Pemkot menggelar Pertemuan dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Malang, dengan agenda High Level Meeting (HLM) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Probolinggo di ruang Bayuangga Hall Bromo View Hotel, Kamis (27/12) pagi.

inflasi2018desHadir dalam acara itu, Wali Kota Probolinggo Rukmini, Pimpinan BI Malang Jaka Setyawan, Asisten Perekonomian A. Sudiyanto, Kabag Perekonomian Wawan Sugiantoro, para distributor, Bulog, Gapoktan dan kepala OPD dilingkungan Kota Probolinggo sebanyak 65 orang.

Upaya Pemkot dengan berhasilnya menekan laju Inflasi, berdampak bagus terhadap daya beli masyarakat yang terus mengalami kenaikan. Tidak hanya itu, harga di pasaran tidak mengalami lonjakan yang cukup berarti, sehingga para pedagang besar yang ada, tidak menaikkan harga secara sepihak.

Wali Kota Probolinggo Rukmini menyampaikan, keberhasilan yang telah dicapai TPID dalam menekan laju inflasi, juga harus didorong dengan beberapa kebijakan. “Saya sangat mengapresiasi kinerja TPID yang cukup bagus. Namun, kita juga harus dorong dengan kebijakan yang lain. Nantinya, Pemkot akan memberikan pemikiran lain terhadap beberapa program yang lain, seperti konsep empat kunci strategis serta mendorong kemandirian masyarakat dalam komoditi strategis lainnya,” tegasnya.

4 kunci itu, menurut Rukmini,diantaranya keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif. Dimana 4 kunci itu diharapkan dapat diimplementasikan ke dalam program kegiatan OPD terkait.

Selain itu, Rukmini juga menyampaikan harapan terkait tindaklanjut pengendalian inflasi di tahun 2019 mendatang. Yakni, upaya pengendalian harga menjelang hari-hari besar keagamaan sehingga tidak terjadi lonjakan kenaikan harga, dimana komoditi yang mengalami kenaikan harga biasanya terjadi pada beras, gula, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi dan lainnya.

Lalu, pemantauan terhadap ketersediaan stok bahan pokok dan distribusi. Serta dukungan dan kerjasama berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan kondusivitas yang ada di kota dengan ikon mangga dan anggurnya itu guna mendukung aktivitas perekonomian mikro dan makro.

Ia juga menambahkan, di tahun mendatang agar lebih mengoptimalkan sistem informasi harga pangan strategis yang telah ada, yaitu berupa penyampaian beberapa harga pangan di berbagai media untuk mengendalikan ekspektasi masyarakat. “Serta adanya upaya persuasif kepada masyarakat untuk bijak dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari demi mengurangi ekspektasi akan barang kebutuhan,” tegasnya.

Sementara itu Pimpinan BI Malang, Jaka Setyawan mengatakan, di awal tahun sudah ditetapkan secara nasional kesepakatan antara pemerintah dan DPR bagaimana agar TPID bisa menjaga perkembangan inflasi tetap terjaga. “Dan target kita adalah 3,5 persen, plus minus satu persen,” tandasnya. (Sonea)

Informasi Publik

brs      siaran pers

Info Harga Bahan Pokok

harga sembako suara kota
harga sembako siskaperbapo

Perkembangan Inflasi

Bulan TahunTingkat Inflasi
April 2019 2.83 %
Maret 2019 2.48 %
Februari 2019 2.57 %
Januari 2019 2.82 %
Desember 2018 3.13 %