Print

OPTIMALKAN PENGENDALIAN INFLASI, TPID KOTA LAKUKAN STUDY TIRU KE PEMKAB BANGLI

Category: Berita
Published Date
Written by Super User
Hits: 253

Bali, 1/11/2018 – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Probolinggo berkesempatan berkunjung ke wilayah peraih TPID terbaik, Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, tepatnya di timur laut Kota Denpasar, Kamis (1/11).

Sekitar pukul 09.00 WIB rombongan yang terdiri dari Ketua TPID sekaligus Sekda Kota Probolinggo, Bambang Agus Suwignyo, didampingi tiga orang staf ahli  Nanang Agus, Paeni Efendi dan Didik Sunaryoto diterima oleh Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan, I Wayan Sukartana di ruang pertemuan Pemkab Bangli.

Sukartana mengaku bangga, karena secara berturut-turut Bangli menyabet kategori TPID terbaik. “Tahun lalu ditetapkan sebagai yang terbaik di Kawasan Indonesia Timur. Tahun ini naik kelas sebagai TPID terbaik di kawasan Jawa-Bali,” ungkapnya.

Keberhasilan Bangli dalam menyabet TPID terbaik tidak lepas dari kebijakan Pemkab Bangli mendukung pengendalian harga melalui Penerbitan Intruksi Bupati Bangli Nomor 8 Tahun 2017 tentang Tim Pengendali Inflasi Desa/Kelurahan (Desa/Kelurahan Peduli Inflasi). 

Dimana dalam implementasinya, kepala daerah dalam hal ini bupati berkunjung ke setiap desa tiap bulannya untuk melakukan jaring aspirasi warga. “Bahkan, Bupati secara kontinyu dalam program ini juga dijadwalkan menginap di rumah salah seorang warga setempat dengan harapan dapat merasakan bagaimana kehidupan masyarakat setempat sebelum memutuskan suatu kebijakan,” tandasnya,  yang langsung diapresiasi rombongan TPID Kota Probolinggo. 

IMG 20181101 WA0011Sukartana menambahkan, Bangli yang merupakan akronim dari bersih, aman, nyaman, gairah, lestari dan indah, jumlah penduduk di desa lebih besar daripada jumlah penduduk di wilayah kota, yang mana dari segi dampak inflasi berimbas lebih besar pula kepada masyarakat. 

Dari kondisi itulah, Pemkab Bangli memandang bahwa inovasi pelaksanaan program pengendalian inflasi perlu diperluas sampai tingkat desa. “Hal itu yang kemudian melahirkan Desa peduli inflasi. Dari program tersebut kemudian dibentuklah Tim Pengendalian Inflasi Desa sebagai jaringan kerjanya,” terangnya.

Selain itu, ditambahkan Kepala Bagian  Perekonomian Pemkab Bangli, Ni Luh Ketut Wardani, pemerintah pusat mengapresiasi kinerja TPID terkait dengan tertib dan disiplin administrasi yang kompherensif disamping juga ada  program unggulan melalui pengembangan kawasan bawang merah yang juga turut mencuri perhatian pemerintah pusat sehingga kategori TPID Terbaik dapat diraih Pemkab Bangli.

Seperti perluasan lahan bawang merah seluas 40 hektare, dimana pembentukan demplot bawang merah ini merupakan hasil kerja sama dengan Bank Indonesia, berupa bantuan yang diberikan kepada para petani, yakni sarana produksi berupa benih, pupuk dan obat-obatan.

“Sasarannya agar ketersediaan barang dan harga barang kebutuhan pokok tetap terkendali. Sekaligus tujuannya tak lain agar kepedulian masyarakat di desa dan kelurahan tentang inflasi yang terjadi di wilayahnya semakin meningkat,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua TPID Kota Probolinggo, Bambang Agus Suwignyo dalam sambutannya mengaku bangga berkesempatan mengunjungi Pemkab Bangli secara langsung. Hal ini menurutnya sangat baik bagi optimalisasi pengendalian inflasi untuk memperkuat perekonomian di Probolinggo.

Rombongan kemudian diajak mengunjungi salah satu desa yang dinobatkan sebagai desa terbersih yang sekaligus mendapat predikat kampung iklim terbaik sedunia, Desa Panglipuran. Berlokasi di kawasan Bangli, tepatnya di Jalan Rambutan, desa yang didapuk menjadi salah satu dari tiga desa terbersih di dunia ini telah menjadi destinasi wisata hits di Bali. 

Diantara rombongan juga tampak Kepala Bulog Subdivre VIII Tommy Despalingga, Perwakilan BI Malang, Ratu Khumairoh Balqis, Kabag Administrasi Perekonomian Wawan Sugiantoro, Kepala Dinsos Zainullah dan tim Pokja TPID berjumlah 15 orang. (Sonea)