Print

UNTUK KEDUA KALINYA DITAHUN INI, KOTA PROBOLINGGO ALAMI DEFLASI

IMG 20181011 WA0026

Probolinggo, 11/10/2018 - Secara umum pada bulan September 2018, Kota Probolinggo mengalami deflasi sebesar 0,32 %. Komoditas utama penyumbang terbesar deflasi antara lain daging ayam ras, tomat, sayur, daging sapi, daging ayam kampung, minyak goreng, cabai merah, kopi bubuk, semangka, gula pasir dan bawang merah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Wahyudi melalui Kepala Seksi Distribusi Moch Machsus, Kamis (11/10) saat ditemui seusai rilis inflasi di Radio Suara Kota FM.

Turunnya harga daging ayam ras mendorong deflasi yang ditunjukkan oleh penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,65 pada bulan Agustusi 2018 menjadi 128,14 pada bulan September 2018.

"Komoditas utama yang mengalami deflasi pada kelompok pengeluaran bahan makanan sangat tinggi dan signifikan, sehingga mampu menekan laju inflasi beberapa kelompok menjadi deflasi," katanya.

Sedangkan yang memberikan sumbangan terbesar inflasi antara lain jeruk, ayam nuggets, emas perhiasan, tahu mentah, kentang, bawang putih, mobil, rokok kretek filter, susu untuk balita dan tempe.

IMG 20181011 WA0027"Deflasi terjadi karena penurunan harga pada komoditas strategis yang mempunyai pengaruh besar jika terjadi gejolak harga. Berdasarkan data BPS, selama perjalanan series data inflasi selama tahun 2012 sampai dengan 2018 ( tujuh tahun), pada bulan September terjadi 4 (empat) kali deflasi, dan 3 (tiga) kali inflasi. deflasi tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 0,50 persen, disusul tahun 2012 sebesar 0,35 persen, tahun 2018 sebesar 0,32 persen dan terendah tahun 2016 sebesar 0,14 persen, sedangkan inflasi tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 0.23 persen, disusul tahun 2017 sebesar 0,11 persen, dan inflasi terendah terjadi pada tahun 2014sebesar 0,04 persen," lanjutnya.

Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, tiga kota mengalami inflasi dan lima kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Kediri sebesar 0,20 persen, diikuti Kota Surabaya sebesar 0,15 persen, dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Sumenep 0,02 persen.

Sedangkan lima kota yang mengalami deflasi yaitu deflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,49 persen, diikuti Kota Probolinggo sebesar 0,32 persen, Kota Malang sebesar 0,31 persen, Kota Madiun sebesar 0,12 persen, dan deflasi terendah terjadi di Kabupaten Jember sebesar 0,05 persen.

Sementara itu, Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Probolinggo
, Bambang Agus Suwignyo melalui Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Probolinggo, Wawan Soegiyantoro menyampaikan himbauan untuk masyarakat agar tetap berperilaku wajar dalam berbelanja.

"Kami imbau TPID tidak lengah dengan deflasi yang terjadi selama dua bulan terakhir ini, sehingga berbagai langkah antisipasi terjadinya inflasi pada (bulan) Oktober nanti dapat dikawal. Termasuk upaya kebijakan dalam menyikapi belanja kebutuhan, harapannya masyarakat bisa lebih bijak dan cerdas," ajaknya.

Sementara
itu, perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Yon Widiyono mengatakan deflasi bulan September 2018 sebesar 0,32 persen masih berada dalam angka yang diprediksi oleh BI.

"Melemahnya nilai tukar rupiah ini juga cukup berpengaruh pada barang yang bahan baku produksinya masih ekspor. Namun meskipun demikian
, kami tetap optimis Kota Probolinggo bisa memenuhi target inflasi sampai dengan akhir tahun sebesar 3 +- (baca, plus minus) 1 dan ini harus menjadi perhatian bersama," pungkasnya.(Sonea)

Info Harga Bahan Pokok

harga sembako suara kota
harga sembako siskaperbapo

Informasi Publik

brs

 siaran pers

Perkembangan Inflasi

Bulan TahunTingkat Inflasi
Februari 2019 2.57 %
Januari 2019 2.82 %
Desember 2018 3.13 %
Nopember 2018 3.23 %
Oktober 2018 3.16 %
September 2018 2.88 %
Agustus 2018 3.20 %
Juli 2018 3.18 %
Juni 2018 3.12 %
Mei 2018 3.23 %
April 2018 3.41 %
Maret 2018 3.40 %
Februari 2018 3.18 %
Januari 2018 3.25 %
Desember 2017 3.61 %
Nopember 2017 3.30 %
Oktober 2017 3.58 %
September 2017 3.72 %
Agustus 2017 3.82 %
Juli 2017 3.88 %